Perkuat Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), UM Metro Ikuti Bimtek Keamanan Siber BSSN

Perkuat Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), UM Metro Ikuti Bimtek Keamanan Siber BSSN

Mataram, NTB – Universitas Muhammadiyah Metro melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTIK) turut berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Teknis Kolaborasi Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber Lintas Sektor Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Sekitarnya yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerja sama dengan Universitas Mataram pada 23–24 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Universitas Mataram, Mataram, Nusa Tenggara Barat tersebut diikuti oleh berbagai institusi dari sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan dunia usaha.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekosistem keamanan siber nasional melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perguruan tinggi, rumah sakit, pemerintah daerah, dan perusahaan.

Universitas Muhammadiyah Metro menjadi salah satu perguruan tinggi yang diundang dalam kegiatan tersebut melalui UMMETRO-CSIRT. Delegasi UM Metro terdiri atas Dr. Nedi Hendri, S.E., M.Si., Ak., C.A., C.P.A., selaku Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Metro, serta Imam Samsudin, S.Kom., M.Eng. sebagai perwakilan PUSTIK UM Metro.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN ini bertujuan meningkatkan kapabilitas keamanan siber organisasi melalui penguatan tata kelola, peningkatan kesadaran keamanan informasi, serta pengembangan kolaborasi antar Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam implementasi keamanan siber di berbagai sektor.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan paparan mengenai regulasi keamanan siber nasional, tren ancaman siber terkini, strategi kolaborasi antarinstansi, implementasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), serta praktik operasional CSIRT dari berbagai institusi. Sesi diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari BSSN, Universitas Mataram, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan CSEAS memberikan wawasan komprehensif mengenai tantangan serta strategi pengelolaan keamanan siber di lingkungan organisasi.

Sementara itu, hari kedua difokuskan pada sektor pembangunan manusia yang meliputi perguruan tinggi, rumah sakit, dan perusahaan. Peserta memperoleh asistensi terkait penggunaan dan pengisian Instrumen Keamanan Siber dan Sandi (IKASANDI) yang digunakan sebagai alat ukur tingkat kematangan keamanan siber organisasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu melakukan evaluasi mandiri serta menyusun langkah-langkah peningkatan keamanan siber secara berkelanjutan.

Menanggapi keikutsertaan UM Metro dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Nedi Hendri, S.E., M.Si., Ak., C.A., C.P.A., menyampaikan bahwa partisipasi UM Metro merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat tata kelola teknologi informasi dan keamanan siber.

Transformasi digital yang sedang dijalankan Universitas Muhammadiyah Metro harus didukung oleh sistem keamanan informasi yang kuat dan sumber daya manusia yang kompeten. Oleh karena itu, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapabilitas SDM, memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai institusi, serta memperkuat implementasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) di lingkungan universitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Nedi Hendri menjelaskan bahwa penguatan keamanan siber tidak hanya menjadi tanggung jawab unit teknologi informasi, tetapi merupakan bagian dari tata kelola institusi secara menyeluruh. Menurutnya, penerapan SMKI yang terstruktur akan mendukung pengelolaan risiko, perlindungan data, serta keberlanjutan layanan digital yang menjadi kebutuhan utama perguruan tinggi modern.

Kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan tata kelola TIK UM Metro. Selain meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman siber, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya universitas dalam membangun layanan digital yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi sivitas akademika maupun para pemangku kepentingan,” tambahnya.

Keikutsertaan UM Metro dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen universitas dalam memperkuat tata kelola keamanan informasi dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai ancaman siber yang terus berkembang. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang tengah mengembangkan layanan digital dan memperkuat peran UMMETRO-CSIRT, hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam meningkatkan kapabilitas keamanan siber di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro.

Partisipasi dalam kegiatan ini juga sejalan dengan Rencana Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tahun 2026-2030 yang terus diperkuat melalui berbagai program peningkatan tata kelola dan keamanan informasi. Salah satu fokus utama yang sedang dikembangkan adalah penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) sebagai kerangka kerja dalam melindungi aset informasi, layanan digital, serta infrastruktur teknologi yang dimiliki universitas.

Materi dan asistensi yang diperoleh selama kegiatan, khususnya terkait implementasi SMKI dan pengukuran tingkat kematangan keamanan siber melalui IKASANDI, diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi PUSTIK UM Metro dalam menyusun roadmap penguatan keamanan informasi yang selaras dengan standar dan praktik terbaik.

Melalui kolaborasi dengan BSSN dan berbagai institusi lainnya, UM Metro terus berupaya mendukung terciptanya ruang digital yang aman, andal, dan berkelanjutan guna menunjang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di era transformasi digital. (*is)