UM Metro Ikuti Rapat Koordinasi Peningkatan Kapabilitas CSIRT Perguruan Tinggi

UM Metro Ikuti Rapat Koordinasi Peningkatan Kapabilitas CSIRT Perguruan Tinggi

Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTIK) Universitas Muhammadiyah Metro mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT) Perguruan Tinggi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Kamis, 29 Januari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapabilitas keamanan siber di lingkungan perguruan tinggi serta memperkuat koordinasi antar Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS/CSIRT) yang telah teregistrasi secara nasional. Acara diselenggarakan secara luring dan daring (hybrid) dengan lokasi utama di Ballroom Hotel UNY.

Rapat koordinasi tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN sebagai bagian dari program pembinaan keamanan siber bagi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sektor pendidikan tahun 2026. Adapun agenda kegiatan meliputi sosialisasi Peraturan BSSN Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Insiden Siber, pendaftaran ulang Tim Tanggap Insiden Siber perguruan tinggi yang masa berlaku Surat Tanda Registrasinya telah berakhir, serta pemaparan rencana program pembinaan kapabilitas keamanan siber di lingkungan perguruan tinggi pada tahun 2026.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si., yang sekaligus menyampaikan materi terkait insiden dan keamanan siber. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, anomali trafik serangan siber pada periode Januari-Desember 2025 sebesar 93,43% disebabkan oleh aktivitas malware.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu sasaran utama serangan siber, yang berdampak pada terganggunya layanan sistem informasi hingga potensi kebocoran data. Oleh karena itu, penanganan insiden siber perlu dipersiapkan secara komprehensif, meliputi kesiapan sumber daya manusia, standar operasional prosedur (SOP), tata kelola, tools, serta sarana dan prasarana pendukung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi dan diskusi panel Kegiatan TTIS/CSIRT Perguruan Tinggi Tahun 2026, yang membahas penguatan sinergi, koordinasi program, serta strategi peningkatan kapabilitas keamanan siber antar perguruan tinggi dan BSSN.

Keikutsertaan PUSTIK Universitas Muhammadiyah Metro dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen institusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan respons terhadap insiden siber, sekaligus mendukung penguatan tata kelola keamanan sistem informasi di lingkungan kampus.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, diharapkan Tim CSIRT Universitas Muhammadiyah Metro (UMMETRO-CSIRT) semakin siap menghadapi tantangan keamanan siber serta mampu berkolaborasi dengan BSSN dan perguruan tinggi lainnya dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang aman, andal, dan terpercaya secara digital. (*is)